Cepagan ON media berbagi informasi Konsultasi dan Referensi Skripsi/Tesis/PTK Sosial, budaya, pendidikan, politik, Wisata, refresing dan Sumber Inspirasi

UPAYA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM MEMBINA DAN MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU MADRASAH ALIYAH XX

Posted by Sugito Waseso Selasa, 29 Januari 2013 0 komentar

 Kode : skripsipai-007

 

BAB I


  1. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan.[1]  Dengan landasan pemikiran tersebut, pendidikan nasional disusun sebagai usaha sadar untuk memungkinkan bangsa Indonesia mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya secara terus menerus dari satu generasi kegenerasi berikutnya.[2]
Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kwalitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.[3]
Sejalan dengan pendidikan nasional diatas, maka keberadaan lembaga pendidikan yang diharapkan bermutu, yang dikelola secara optimal oleh tenaga pengajar yang professional merupakan suatu keharusan. Karena lembaga pendidikan yang bermutu akan menghasilkan out put yang berkualitas, sehingga dapat bersaing dalam era globalisasi ini, oleh Karena itu, pendidikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik menuju manusia yang sempurna sebaiknya dikelola oleh tenaga guru yang memiliki profesionalitas tingga dan berkompeten dalam bidang pendidikan, kerena jika tidak demikian, maka tunggulah kehancurannya, sebagaimana yang disinyalir oleh nabi Muhammad SAW dalam hadistnya.[4]
عن أبي هريرة قال بينما رسول الله صلى الله عليه وسلم في مجلس يحدث جاءه أعربي فقال متي الساعة فمضي رسول الله صلى الله عليه وسلم يحدث فقال بعضى القوم سمع ما قال فكره ما قال وقال بعضهم بل لم يسمع حتى إذا قضى حديثه قال اين اراه السائل عن الساعة قال قال ها أنا يا رسول الله قال فإذا ضيعت الأمانة فانتظر الساعة قال كيف اضاعتها قال إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة (رواه البخارى)
"Dari Abu Hurairah R.A. ketika Nabi SAW sedang berbicara dalam sebuah majlis, muncul seorang Arab Badui dan bertanya, "kapankan datang hari kiamat?" Rasulullah SAW melanjutkan pembicaraannya. Menurut sebagian sahabatnya, Rasulullah SAW menyimak pertanyaan itu namun tidak hendak menjawabnya, beberapa sahabatnya yang lain mengatakan bahwa rasulullah SAW tidak mendengar pertanyaan tersebut. Ketika Rasulullah SAW telah menyelesaikan pembicaraannya, ia berkata," mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?"orang  badui itu berkata, aku disini ya Rasulullah, kemudian Nabi SAW menjawab ketika kekuasaan di pegang oleh orang yang tidak cakap maka tunggulah hari (kiamat)itu," (HR. Bukhari)

selanjutnya dalam al-Qur'an surat al-An'am 135 dijelaskan[5]
قل يقوم اعملوا على مكانتكم إني عامل فسوف تعلمون من تكون له عاقبة الدار إنه لايفلح الظلمون
"Dan katakanlah: Wahai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan"
Kemampuan professional guru sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam GBHN bahwa titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu jenjang dan jenis pendidikan. Tetapi hal ini tidak mungkin tercapai apabila tidak disertai usaha dari guru itu sendiri untuk senantiasa meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pengajar.[6]
Penyelenggaraan proses belajar mengajar menempati porsi terbesar dari profesi keguruan. Untuk melaksanakan tugas dalam meningkatkan proses belajar mengajar guru menempati kedudukan sebagai figur sentral. Ditangan para gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar mengajar disekolah, serta pada tangan mereka pulalah bergantungnya masa depan karier para peserta didik yang menjadi tumpuan para orang tua. Agar para guru mampu menunaikan tugasnya dengan baik, ia lebih dahulu memahami dengan seksama hal-hal yang berhubungan dengan proses belajar mengajar.[7]
Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar masih tetap memegang peranan penting. Peran guru dalam proses belajar mengajar belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder, ataupun oleh komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi dan kebiasaan yang diharapkan merupakan hasil dari proses belajar yang tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut.[8]
Oleh karena itu, guru sebagai tenaga pengajar berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kemampuan profesionalnya sejalan dengan kemajuan dan perkembangan IPTEK serta pembangunan bangsa, keberadaan buku sebagai sumber bacaan atau literatur dalam rangka pengembangan disiplin ilmu yang digelutinya sangat diperlukan. Membaca dan mempelajari berbagai macam buku, baik itu buku-buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan maupun buku-buku pendidikan lainnya merupakan salah satu usaha untuk memperkaya pengetahuan dan sekaligus meningkatkan kemampuan professional.[9]
Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru, oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara terus menerus mendapat perhatian dari penanggung jawab sistem pendidikan, peningkatan ini akan lebih berhasil apabila dilakukan oleh guru dan dengan kemampuan mereka sendiri. Namun seringkali guru masih memerlukan bantuan orang lain, karena itu ia belum mengetahui atau belum memahami jenis, prosedur dan mekanisme memperoleh berbagai sumber yang sangat di perlukan dalam usaha meningkatkan kemampuan mereka.[10]
Disinilah diperlukan peranan kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam membina dan meningkatkan profesionalitas tenaga pengajar dalam proses belajar mengajar. Kepala sekolah dalam hal ini hendaknya membantu, mendorong dan memberikan keyakinan kepada guru bahwa proses belajar mengajar dapat dan harus diperbaiki pengembangan berbagai pengalaman, pengetahuan, sikap dan keterampilan guru harus dibantu secara professional sehingga guru tersebut berkembang dalam pekerjaannya.
Oleh karena itu, salah satu upaya yang harus dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ialah dengan cara meningkatkan profesionalitas tenaga pengajar dalam proses belajar mengajar, sebab hasil belajar yang diperoleh anak didik disekolah sebagian besar ditentukan guru dalam proses belajar mengajar.
Sejalan dengan latar belakang yang penulis paparkan diatas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil sebuah judul Usaha Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pendidikan Dalam Membina dan Meningkatkan Profesionalitas Tenaga Pengajar di Madrasah Aliyah Negeri I XXYY.


  1. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana profesionalitas tenaga kerja di Madrasah Aliyah Negeri I XXYY?
2.      Bagaimana usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam membina dan meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar?
3.      Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam membina dan meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar?

  1. Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui bagaimana profesionalitas tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Negeri I XXYY.
2.      Untuk mengetahui usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dalam membina dan mengingkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar.
3.      untuk mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambat usaha yang dilakukan kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam membina dan meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar.

  1. Kegunaan Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:
1.        Kepala Sekolah sebagai supervisor pendidikan dalam membina dan meningkatkan profesionalitas tenaga kerja.
2.        Sumbangan pemikiran bagi tenaga pengajar dalam meningkatkan profesionalitas dalam proses belajar mengajar.
3.        bahan masukan bagi peneliti berikutnya dalam masalah serupa


  1. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan skirpsi ini di kelompokkan menjadi 5 Bab sebagai berikut:
Bab I        : Bab ini merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika pembahasan.
Bab II      : Kajian teoritis yang meliputi konsep dasar supervise pendidikan, konsep dasar profesionalisasi jabatan guru dan usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru.
Bab III     : Metode penelitian berisi tentang kerangka teknis penelitian yang meliputi; metode penelitian, populasi dan sample, metode pembahasan, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Bab IV     : Laporan hasil penelitian yang meliputi diskripsi objek penelitian dan usaha meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar.
Bab V      : Kesimpulan dan saran. Bab ini adalah bab terakhir yang menyajikan tentang kesimpulan dari hasil penelitian serta saran-saran.



[1] Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No.02 Th 1989) Sinar Grafika, Jakarta, 1999, hlm 23
[2] Ibid. hlm 24
[3] GBHN (ketetapan MPR No. 11/MPR/1993), BP-7 Pusat, Jakarta, 1993, hlm 158
[4] Imam Bukhari, Shahih Al-Bukhari, jilid 1, CV Thoha Putra Semarang, 1981, hlm 21
[5] Departemen Agama RI, al-Qur'an dan Terjemahnya, PT. Tanjung Mas Inti, Semarang, 1992, hlm 210
[6] M. Uzer Usman, Lilis Setiawati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1993, hlm 1
[7] A. Tabrani Rusyan et.al., Pendekatan Dalam Proses  Belajar Mengajar, Remadja Karya, CV. Bandung, 1989, hlm 3
[8] Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1994, hlm 13
[9] M. Uzer Usman, Lilis Setiawati, Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1993, hlm 2
[10] Soetjipto, Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 1999, hlm 230
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: UPAYA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM MEMBINA DAN MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU MADRASAH ALIYAH XX
Ditulis oleh Sugito Waseso
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://www.cepagan.com/2013/01/upaya-kepala-sekolah-sebagai-supervisor.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service


Footer Widget 2

Footer Widget 3

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Cepagan ONLINE.